Hidup Untuk Disyukuri Seadanya
![]() |
Di sudut ruang kamar yang kusam, berpasir dan retak pada bagian tembok, dinding bercoret gambar dan tulisan yang cukup menyentuh pedalaman rasa.
Sembari mengerayangi langit-langit kamar yang penuh sarang laba-laba, nampak menambah kekumuhan dan kesan angker dalam ruangan, jika di perhatikan semua, hampir tidak ditemukan sedikitpun hal yang teratur indah dan rapi.
Hidup sesederhana apapun, pemuda itu seolah tidak ada masalah, kehidupan nya selalu terlihat bahagia. Hanya saja entah kenapa, jika soal beres-beres pakaian adalah pekerjaan yang tersulit baginya.
Saat malam menjelang tidur. Pemuda itu terlihat tetap biasa saja, tak peduli bila kasur berpasir, kasar dan gatal yang membuatnya tidak nyaman saat tidur, ia langsung tarik selimut yang sudah keriput kumuh tak karuan.
Tempat tidur itu mungkin ekstrim bagi kaum manja dan elit, Tetapi pemuda itu terlihat nyaman saja, ia dengan nyenyaknya tertidur sehingga selalu telak bangun pagi.
Di saat terbangun, hal yang paling biasa ia pertanyakan adalah waktu, sudah jam berapa,?. Ia bertanya bukan karena ia seorang peserta sekolah jurnalistilk III lalu ingin tahu waktu, tetapi jika waktunya masih terlalu pagi terkadang mengizinkan untuk lanjut tidur lagi.
Kebiasaan, iya kebiasaan yang paling tidak disukai oleh orang tua, namun berbanding terbalik dengan pemuda itu. ironisnya, alarm yang ia nyalakan sebelum tidur pun terkadang ia matikan saat nyaring berbunyi dan jengkel sendiri.
Namun, Udara sudah terasa panas, matahari tembus siang pun atap sen yang terbuat dari besi aluminium, sekujur tubuh basah berkeringat, membuat ia tak lagi betah untuk tidur dan bangkit.
pemuda itu kemudian bangkit dari tempat tidurnya, dengan mata terasa pekat, bengkak dan sedikit sipit, bak artis corea yang baru saja patah hati.
Seketika Ia pun langsung ke kamar mandi untuk sekedar buang air kecil dan cuci muka, sebab WC sudah lama tersumbat dan air pun tidak mengalir beberapa hari dan hanya mengandalkan air hujan.
Gedged seolah kebutuhan pokok sebab ketersediaan internet yang semakin maju dan canggih, tinggal bagaimana ia mengunakan internet menjadi lebih positif, produktif dan kreatif.
Gedged yang sejak dari semalam dicas, ia raih lalu membuka informasi sembari melirik air minum dalam gelas sisa semalam, ia pun minum lalu membakar sepuntun rokok.
Berbeda pada kebiasaan orang lain, sarapan pagi dan minum kopi adalah hal yang paling langka bagi pemuda itu.
Terkadang tanpa sarapan pagi, siang dan malam pun adalah hal yang biasa dan hanya sekedar minum air dan merokok seadanya.
Hari menjelang siang, pemuda itu kemudian berusaha mencari air untuk sekedar dimandi, lalu ganti baju dan berangkat menuju perubahan yang lebih baik.
Penulis: Imran

Komentar
Posting Komentar