Postingan

Lahir di Negeri ini Ternyata untuk Menaggung Kegagalan Sistem

Gambar
Ilustrasi: perjuangan masyarakat kecil untuk hak kesempatan yang sama dalam kebutuhan hidup dan berkembang. Ironi. Kadang kita merasa pemenang tapi pialanya tetap disimpan di kantor bahkan untuk piala bergilir. Sebab kini kekuasaan yang membatasi hukum bukan sebaliknya.  Sebab kemerdekaan yang muni hanya sebatas slogan namun fakta yang merdeka hanyalah segelintir berjuis kapitalis.  Di negeri ini memang aneh, contoh kasus Tom Lembong saja divonis 4,6 tahun karena menguntungkan kapitalisme tapi di mana-mana sistem kapitalisme sudah merajalela di negeri ini. neoliberalisme misalnya sudah sejak orde baru di buka seleba-kebarnya dan tak ada pembatasan kekayaan oleh swasta yang pada dasar merupakan sistem ekonomi kapitalisme. Namun, lagi-lagi jika hukum dicitkan untuk melindungi politik tertentu maka yang seharusnya politik untuk memperkokoh hukum justru akan runtuh hingga terjadinya kekacauan di mana-mana?  Dari pada kita rasaukan, ah lebih baik kita menari melenggang kangkun...

Kenapa Hanya Engkau.

Gambar
Ilustrasi Kenapa hanya engkau yang melulu di koyak-koyak kehidupan.... Kenapa hanya engkau yang tak luput disalahkan... Kenapa hanya engkau yang tak sanggup mengakses pendidikan... Kenapa hanya engkau yang punya pengecualian dalam kesehatan... Kenapa hanya engkau yang jauh dari kehidupan yang layak... Kenapa hanya engkau yang lemah.... Kenapa hanya engkau yang senang membui suara... Kenapa hanya engkau yang harus pasrah... Kenapa hanya engkau.... Jika mereka saja bisa menentukan nasibnya... Penulis. An-Ime

Jangan Mudah Terbuai Pada Lagak Bahasa Senja.

Gambar
Terantuk oleh tingkah laku terpuji di perjalanan tulus yang pernah melenakan. Terbuai hingga banyak hal terlupakan, cinta,  kasih yang pernah terbungkus sutra putih suci, namun kini berlapis kantung hitam penuh noda saat di penghujung senja. Terlalu jauh, terpental oleh sikap yang tidak konsisten sebab badai singgasana, kemewahan sebab kelelahan menanti. Ntah seberapa banyak yang rentan hati, melengkung dan patah terbawa ombak pelayaran semu. Kini engkau yang pasrah sebelum berbuat apa-apa dengan takdir. Dan aku akan terus tumbuh. Minggu 14/1/2024 di Butta Salewangen  Penulis. Imran

Memetik Hikmah di Antara Tujuan Sejati.

Gambar
  Air terjun Balang Lohe Dari dorongan hati yang berbekal sedikit pengetahuan dan percaya diri untuk mengembang rasa penasaran tentang banyak hal di luar sana, salah satunya tentang ilmu pengetahuan agama. Sekitar pukul 15:30 Wita berhenti di dekat pertigaan jalan yang saat itu sebenarnya saya berniat untuk mengunjungi salah satu destinasi air terjun B alang Lohe  yang menarik dan menggugah hati saya untuk mengunjunginya. Saat hendak berbelok di pertigaan untuk bertolak menuju air terjun tersebut, seketika saya teringat pada rumah yang pernah saya singgah sebelumnya untuk menyampaikan kiriman keluarganya di makassar yang juga adalah sahabat dan tetua saya. Saya singgah dan berhenti di alun-alun rumah, sembari mencari tempat parkir yang tepat, lalu saya turunkan standar kaki motor dan seketika mati, saya mencopot kunci dari stand kontak yang masih bergantung pun helm yang berwarna kecoklatan yang masih bertengger di kepala saya dengan stiker kartun spongebob yang sedang tertawa...

Kisah Payah Si Lelaki Pembangkang

Gambar
Foto lovepik Lelaki pembangkang adalah sebuah julukan bagi An, namun paling menyeramkan bagi sebuah kekuasaan yang sewenang-wenang mungkin tidak jauh berbeda dengan julukan Minke seorang priyayi tulen pribumi, karena tidak disenangi oleh gurunya dari seorang bangsa penjajah waktu itu. Perihal pemimpin adalah manusiawi dan niscaya bukanlah dewa yang tak pernah bersalah, lalu kenapa mesti cepat memutung jika dikritik. Pandangan sinis menyatu dalam ejekan dan hendak menjatuhkan semangat si Pembangkang itu dikala melintas atau hadir pada saat ada forum musyawarah namun an selalu siap untuk menyesuaikan diri. Di kepala an, hal yang tidak masuk akal, hanyalah nyanyian fals yang tidak berinstrumen musik dan selebihnya humor yang menggelitik. Katanya, an itu cerewet, semuannya ingin dia urusi, sekalipun bukan urusannya atau ini urusan aku, urusan mereka, tapi menurut an adalah urusan bagi semua manusia yang berakal sehat. Kalau urusan mencari masala untuk di selesaikan dengan baik siapa saja b...

Malam Happy New Year di Musim Pelit

Gambar
Aku harap ada istigomah di malam yang genting pada detik-detik pergantian tahun 2020 ke 2021.  Suasana malam ini seolah bersahabat, bulan bersemi purnama, cahayanya menerka-nerka semesta yang remang-remang. Rumput- rumput mulai berembun dan udara yang dingin seolah mengigit tulang.  Bebatuan di tepi jalan sedang berantakan kaku dan cadas pun belum juga tuntas di kerja. Suara arus sungai tanggka niscaya mengalir dan tak dapat dibungkam. Tak juga seperti gelembung-gelembung dalam genangan yang lenyap seketika.  Memberi isyarat pada suatu kehidupan, bahwa segalanya di dunia ini hanya sekejap. Bersyukur di pedalaman rasa sebab sensasi sejuk masih berbaur dengan suasana tenang malam ini yang tanpa suatu perayaan pergantian tahun. Cukuplah langit bertabur bintang-bintang yang lebih indah dibanding kembang api yang bersuara nyaring di telinga. Awan di langit pun berpetak mengagumkan, dibanding asap kembang api yang meracuni lewat udara. Bumi butuh sekumpulan manusia yang penuh i...

Terseret Arus Kehidupan Yang Pelik. Lalu Siapa Peduli?.

Gambar
(Foto ilustrasi: NTMC polri) Belut bersembunyi dalam lumpur di pinggiran pematang sawah yang rawa milik tuan tanah,  pada malam hari ia kelaparan dan keluar mencari penghidupan lalu tertidur di genangan air, malam semakin larut, belut juga belum tersadar kalau ternyata ia sudah jauh terombang-ambing oleh gelombang arus air kehidupan dan bahkan ada yang bernasib sial dan menjadi tumbal si tuan tanah. Setelah sampai di rumah, belut diramu pedas kemudian disajikan bersama nasi yang setengah panas di musim dingin, iya begitulah kiranya. Di daerah tropis musim dingin sama halnya musim hujan. Jadi saat musim hujan aktivitas sedikit terhambat dan ekonomi pasti ikut terpengaruh. Sedangkan tuan tanah itu kebutuhan nya banyak, bahkan ia sudah punya sangkutan di bank, karena terlena dan tergiur dengan produk perkembangan zaman yang serba praktis dan canggih. Budaya barter otomatis tercerbut dengan adanya alat tukar yaitu uang, awalnya tuan tanah merasa kalau tanpa modal atau uang semua serba ...