Sejarah singkat turungan baji.

(Sumur tua bersejarah 10/11/20')

Sederet gunung yang melingkar di pelosok sinjai, turungan baji.

 turungan baji sendiri diartikan sebagi pertolongan yang baik.

 Kata tetua sejak dulu jika orang masuk ke wilayah turungan maka ia akan kembali dengan selamat dan membawa pesan-pesan ilmu dan pertolongan baik yang tidak disangka-sangka.

Turungan baji. Karena memiliki geografis yang mirip wajan sehingga dari manapun arah kita menuju dataran yang unik ini. tetap saja kita harus turun dengan itu pula kata turun dalam bahasa konjo adalah turung kemudian artinya kemiringan atau penurunan. Penurunan kalau dalam bahasa konjo adalah turungan

kata dari baji adalah baik atau bisa juga sebab ajaran-ajaran dari leluhur pada hakikatnya adalah baik.

 Selain itu turungan baji juga adalah lembah tua namun nyaman untuk dihuni. 

Udaranya hangat saat siang dan sejuk sedan di malam hari.

  Pemandang juga cukup indah serta memiliki tanah yang cukup subur sehingga masyarakat merasa betah tinggal dan menetap untuk selamanya.

Turungan baji Juga adalah tempat bersejarah dan bahkan masuk sebagai kerajaan tertua.

Bisa jadi menjadi bagian dari terbentuknya kabupaten sinjai bahkan terbentuknya NKRI. 

Menurut beberapa ungkapan tetua yang biasa di dengar Bahwa, turungan baji toai ri kajajian, manipi toai ri adat dan balassuka toai ri larittana.

 Beberapa situs  juga sebagai bukti peninggalan sejarah, misalnya buhung toa atau sumur tua, sapo toa.atau rumah tua, Emba atau kuburan massal beserta hartanya. assung batu Lompo. Atau lesung batu besar serta beberapa kerajinan tangan seperti batu berbentuk donat.

Menurut tetua, batu yang berbentuk donat adalah mata kalungnya ilatamba lahulung. Latamba lahulung sendiri adalah kerbau raksasa yang apa pun dilewati akan menjadi lembah dan sugai sebab tanduknya yang menggali.

Tapi lantamba lahulung ternyata menyerah pada tanetenna giring atau punggungan gunung yang kadang dilewati kuda raksasa yang memakai genta.

Dan bukan cuma itu yang membuat banyak orang bertanya-tanya. tetapi, ada rahasia di balik ingatan para tetua.



Kutipan penulis:

Tulisan ini jeda dan suatu kali akan berlanjut. sebab butuh waktu untuk menggali untuk menemuka akar.

....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memetik Hikmah di Antara Tujuan Sejati.

Hidup Untuk Disyukuri Seadanya

Kisah Payah Si Lelaki Pembangkang