Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

Malam Happy New Year di Musim Pelit

Gambar
Aku harap ada istigomah di malam yang genting pada detik-detik pergantian tahun 2020 ke 2021.  Suasana malam ini seolah bersahabat, bulan bersemi purnama, cahayanya menerka-nerka semesta yang remang-remang. Rumput- rumput mulai berembun dan udara yang dingin seolah mengigit tulang.  Bebatuan di tepi jalan sedang berantakan kaku dan cadas pun belum juga tuntas di kerja. Suara arus sungai tanggka niscaya mengalir dan tak dapat dibungkam. Tak juga seperti gelembung-gelembung dalam genangan yang lenyap seketika.  Memberi isyarat pada suatu kehidupan, bahwa segalanya di dunia ini hanya sekejap. Bersyukur di pedalaman rasa sebab sensasi sejuk masih berbaur dengan suasana tenang malam ini yang tanpa suatu perayaan pergantian tahun. Cukuplah langit bertabur bintang-bintang yang lebih indah dibanding kembang api yang bersuara nyaring di telinga. Awan di langit pun berpetak mengagumkan, dibanding asap kembang api yang meracuni lewat udara. Bumi butuh sekumpulan manusia yang penuh i...

Terseret Arus Kehidupan Yang Pelik. Lalu Siapa Peduli?.

Gambar
(Foto ilustrasi: NTMC polri) Belut bersembunyi dalam lumpur di pinggiran pematang sawah yang rawa milik tuan tanah,  pada malam hari ia kelaparan dan keluar mencari penghidupan lalu tertidur di genangan air, malam semakin larut, belut juga belum tersadar kalau ternyata ia sudah jauh terombang-ambing oleh gelombang arus air kehidupan dan bahkan ada yang bernasib sial dan menjadi tumbal si tuan tanah. Setelah sampai di rumah, belut diramu pedas kemudian disajikan bersama nasi yang setengah panas di musim dingin, iya begitulah kiranya. Di daerah tropis musim dingin sama halnya musim hujan. Jadi saat musim hujan aktivitas sedikit terhambat dan ekonomi pasti ikut terpengaruh. Sedangkan tuan tanah itu kebutuhan nya banyak, bahkan ia sudah punya sangkutan di bank, karena terlena dan tergiur dengan produk perkembangan zaman yang serba praktis dan canggih. Budaya barter otomatis tercerbut dengan adanya alat tukar yaitu uang, awalnya tuan tanah merasa kalau tanpa modal atau uang semua serba ...

Hidup Untuk Disyukuri Seadanya

Gambar
Sebut saja namanya An. Sosok lelaki yang sederhana dan hidup apa adanya. Wajahnya tirus murung binasa, berambut berantakan dan tak terurus, mengepalkan gedged android murahan. Sontak langsung menuju kamar lalu membuka pintu, tanpa kaget dengan sederet pakaian yang kumuh bergelantungan dan bau farfum entah menyatu dalam berapa jenis. Di sudut ruang kamar yang kusam, berpasir dan retak pada bagian tembok, dinding bercoret gambar dan tulisan yang cukup menyentuh pedalaman rasa.  Sembari mengerayangi langit-langit kamar yang penuh sarang laba-laba, nampak menambah kekumuhan dan kesan angker dalam ruangan, jika di perhatikan semua, hampir tidak ditemukan sedikitpun hal yang teratur indah dan rapi.  Hidup sesederhana apapun, pemuda itu seolah tidak ada masalah, kehidupan nya selalu terlihat bahagia. Hanya saja entah kenapa, jika soal beres-beres pakaian adalah pekerjaan yang tersulit baginya.  Saat malam menjelang tidur. Pemuda itu terlihat tetap biasa saja, tak peduli bila kas...

Penutupan Sekolah Jurnalis III Di Pantai Marana.

Gambar
Objek wisata pantai marana adalah salah satu wisata pesisir pantai yang patut untuk di kunjungi wisatawan, selain destinasi yang menakjubkan dengan pemandangan yang memikat hati pengunjung. objek wisata pantai marana pun sangat dekat dari ibukota kabupaten sinjai, tepatnya di desa passimarannu, kacematan Sinjai timur, kabupaten sinjai. Keindahan objek wisata pantai marana adalah salah satu alasan para panitia dan peserta sekolah jurnalistilk ke III untuk melakukan penutupan sekolah jurnalistik III. Kamis (17/12/20). Direktur utama PT.Suara Jelata Media. Izhar, saat meyampaikan pesan dan kesannya mengatakan bahwa, peserta sekolah jurnalistilk ke III melakukan penutupan di pantai marannu karena selain pemandangannya yang indah juga dengan harapan dapat membuka cakrawala berpikir para peserta. " Kenapa kita penutupan di pantai marannu ini, Sebab, ide suara jelata itu sebenarnya terinspirasi dari pantai". ungkapnya.  Izhar, menabahkan bahwa, sekolah jurnalistilk bukanlah suatu pe...

Evaluasi Peserta Sekolah Jurnalistik III Suara Jelata

Gambar
SINJAI, Evaluasi peserta sekolah jurnalistik III yang berlangsung di Lapangan Nasional (LAPNAS), Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai. Selasa (15/12/20) Kegiatan evaluasi sekolah jurnaslistik III ini yang bertema "Bersama Menumbuhkan Potensi Dan Kreatifitas Jurnalistik" dihadiri 20 peserta yang didominasi pelajar mahasiswa, siswa, dan pemuda yang berasal dari beberapa Kecamatan di Kabupaten Sinjai. Dalam kegiatan tersebut sebanyak 20 peserta yang akan dievalusi dari 15 materi yang telah dipelajari selama 7 kali pertemuan. Kegiatan evaluasi tersebut, para peserta secara bergantian tampil menceritakan pengalaman dan materi yang telah dipelajari setelah saat mengikuti sekolah jurnaslistik. Salah satu peserta, Rais, sebagai ketua kelas sekolah Jurnalistik lll, mengatakan jika sebelumnya Ia tidak tau sama sekali tentang apa itu jurnalistik, tapi setelah Ia banyak belajar dan berproses di sekolah jurnalistik III yang diselenggarakan oleh suara jelata, akhir...

Kementrian Tinjau Persiapan Lokasi Pembangunan Setra Peternakan di Sinjai Selatan.

Gambar
Foto. lokasi peninjauan. Dinas peternakan dan kesehatan hewan (DPKH) Sinjai bersama rombongan kunjungan kerja dari kementrian perindustrian republik Indonesian dalam rangka melakukan peninjauan persiapan lokasi rencana pembangunan sentra peternakan, desa alenangka kacematan sinjai selatan, kabupaten Sinjai. Kamis 10/12/20. Biro perencanaan kementerian industri, Lusi mengatakan. "kunjungan ini kami melihat persiapan pembangunan sentra peternakan di kabupaten Sinjai, karena kabupaten Sinjai kembali lagi mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) di tahun 2021". Ucap Lusi.  Kepala (DPKH) aminuddin Zainuddin menjelaskan bahwa pihaknya telah membangun kerja sama di dua kementrian. Yaitu kementerian pertanian dan perindustrian nasional. "Kementrian pertanian akan menangani pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) dan kementerian perindustrian akan menagani pembangunan setra pengolahan prodak peternakan".  Ucapnya. Dengan adanya sentra industri peternakan, diharapkan dapat juga men...

Keren. Irma Membuat Pekarangan Rumah Lebih Produktif Di Tengah Fandemik

Gambar
(Foto: Irma)  Di masa pandemi covid-19 ini, undang-undang desa telah mengatur beberapa program prioritas salah satunya adalah mendorong masyarakat desa untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam sayur-sayuran agar dapat menunjang kebutuhan pangan di tengah situasi harus mematuhi protokol kesehatan dan salah satunya adalah menjaga jarak atau menghindari aktivitas kerumunan. Meskipun dorongan itu diharapkan oleh pemerintah, tetapi belum seluruhnya masyarakat menerapkan program tersebut untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam sayur-sayuran.  Irma, warga dusun Soppeng, desa Turangan baji Kacematan Sinjai barat ini Justru sudah lama menikmati hasil dari tanaman sayur-sayuran di samping rumahnya. Senin (07/12/20). " Lebih praktis kalau ada kebun sayur di sampin rumah, bisaki setiap hari makan sayuran segar, tinggal petik langsung segera dimasak sudah bisa di nikmati". Imbuhnya  Dirinya juga menambahkan bahwa jika kita bersungguh-sungguh, pasti bisa mendapatka...