Evaluasi Peserta Sekolah Jurnalistik III Suara Jelata

SINJAI, Evaluasi peserta sekolah jurnalistik III yang berlangsung di Lapangan Nasional (LAPNAS), Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai. Selasa (15/12/20)

Kegiatan evaluasi sekolah jurnaslistik III ini yang bertema "Bersama Menumbuhkan Potensi Dan Kreatifitas Jurnalistik" dihadiri 20 peserta yang didominasi pelajar mahasiswa, siswa, dan pemuda yang berasal dari beberapa Kecamatan di Kabupaten Sinjai.

Dalam kegiatan tersebut sebanyak 20 peserta yang akan dievalusi dari 15 materi yang telah dipelajari selama 7 kali pertemuan.

Kegiatan evaluasi tersebut, para peserta secara bergantian tampil menceritakan pengalaman dan materi yang telah dipelajari setelah saat mengikuti sekolah jurnaslistik.

Salah satu peserta, Rais, sebagai ketua kelas sekolah Jurnalistik lll, mengatakan jika sebelumnya Ia tidak tau sama sekali tentang apa itu jurnalistik, tapi setelah Ia banyak belajar dan berproses di sekolah jurnalistik III yang diselenggarakan oleh suara jelata, akhirnya saya sudah tau banyak hal,

"Yang paling menarik menurut saya adalah materi Investigasi". Ucapnya

Sementra itu, Izhar selaku direktur utama PT. Suara Jelata, menyampaikan bahwa peserta didik sekolah jurnalistilk III tetap membiasakan diri dalam menulis sebagi pengamalan ilmu yang telah diajarkan oleh para Narasumber sekalipun selesai dari kegiatan sekolah jurnalistik.

"Kami sudah memberikan banyak materi dari beberapa narasumber yang dihadirkan, jadi semua peserta itu saya sudah anggap bisa dalam menulis berita, jadi jangan pernah berhenti untuk menulis berita, sekalipun selesai dari sekolah jurnalistik ini," jelasnya

Sedangkan, Burhan SJ, sebagai ketua bidang literasi suara jelata mengatakan, bahwa ilmu pengetahuan itu sangatlah luas dan selalu menganggap diri kita mengetahui sedikit dari banyak hal untuk terus belajar.

"Walaupun kita hanya tahu sedikit dari banyak hal" kuncinya


An. Imran

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memetik Hikmah di Antara Tujuan Sejati.

Hidup Untuk Disyukuri Seadanya

Kisah Payah Si Lelaki Pembangkang